DEPOK, penabangsa.com – SDN Limo 3 kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan Pasar Numerasi bagi siswa Fase B (Kelas III dan IV), Jumat (26/02/2026).
Kegiatan ini mengintegrasikan pembelajaran numerasi dengan pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan melalui praktik jual beli produk hasil daur ulang sampah.
Kepala SDN Limo 3 Dr. Triningsih, M.Pd menyampaikan bahwa Pasar Numerasi dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang memungkinkan siswa belajar matematika secara nyata dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga tentang kemampuan berpikir logis, kritis, dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengumpulkan sampah anorganik dari rumah seperti botol plastik, kardus, kertas bekas, dan kemasan lainnya.
Sampah tersebut kemudian dipilah, dibersihkan, dan diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti pot tanaman, tempat pensil, hiasan, serta paket bahan daur ulang yang siap dijual.
Pada hari pelaksanaan, area sekolah disulap menjadi pasar mini. Setiap kelompok siswa membuka stan penjualan dengan sistem transaksi sederhana menggunakan uang.
Siswa berlatih menentukan harga, menghitung total pembelian, memberikan kembalian, serta mencatat hasil penjualan. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses pembelajaran sekaligus mengamati keterampilan numerasi siswa.
Kegiatan ini juga melibatkan warga sekolah sebagai pembeli, sehingga suasana pasar menjadi lebih hidup dan memberikan pengalaman autentik bagi siswa.
Selain meningkatkan kemampuan berhitung, kegiatan ini menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa Pasar Numerasi merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis proyek yang sejalan dengan penguatan 8 dimensi profil lulusan khususnya pada dimensi gotong royong, kreativitas, kemandirian, dan bernalar kritis.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SDN Limo 3 berharap siswa dapat memahami bahwa matematika tidak hanya dipelajari di dalam buku, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan.





