Limbah Domestik Di kota Depok Masih Menjadi Masalah Serius

DEPOK, penabangsa.com – Agar lebih optimal dalam menjalankan program kerja pemerintahan Kota (Pemkot) Depok, khususunya dinas perumahan dan pemukiman (disrumkin) Kota Depok, selain sosialisasi terjun langsung ke masyarakat sangatlah penting.

Peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik dalam pembangunan Kota Depok harus lebih dioptimalkan. Hal itu diungkapkan Dudi Miraz – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Rukim), dalam acara ngopi bareng Sekber Wartawan Kota Depok, di kantor Sekber – kawasan GDC, Jumat (2/8/19).

Dudi yang di dampingi jajarannya; Sukanda- Kabid Pemukiman, Wahyu Hidayah, Kasi Pemukiman, dan Lili K, Kasi Penataan Kawasan Perumahan.

Pada acara ngopi bareng Sekber, Dudi terus menjelaskan bahwa, hingga kini masalah air limbah domestik di Kota Depok masih menjadi permasalahan yang harus ekstra ditangani, mengingat Depok sebagai kota penyanggah ibu kota tingkat kepadatan penduduk yang tidak bisa dicegah.
Depok akhirnya menghasilkan air limbah domestik yang perlu ditanggulangi sesegera mungkin.

“Karena itulah optimalisasi peran serta masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan air limbah domestik perlu ditingkatkan,” tegas Dudi.

Lebih jauh lagi Dudi mengungkapkan, sebagai salah satu OPD, fungsi dan peran Dinas Rukim tentunya menjalankan pragram pembangunan sesuai RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang telah ditetapkan.

“Secara umum dinas Rukim membantu pimpinan atau janji Walikota terkait RPJM itu sendiri, sehingga program dapat berjalan seperti yang diharapkan,” kata Dudi lagi.

Dudi juga menjelaskan, penanganan masalah Air limbah domestik  Kota Depok sejauh ini  untuk pembanguna IPAL individu berupa septic tank program 2019 sampai Juli 2019 sudah dibangun untuk 1034 Kepala Keluarga (KK).

“Sebelumnya, pembangunan septic tank sampai tahun 2018 untuk 1394 KK, tahun ini sudah dibangun untuk 1034 KK,” terang Dudi lagi.

Dudi berharap program kerja Rukim ini dapat menunjang pembangunan Kota Depok sebagai kawasan terpadu, ramah lingkungan, peduli kesehatan, juga religius.

Untuk pencapaian tersebut, Dudi beserta jajarannya tidak sungkan untuk turun dan mengecek permasalahan dan kendala yang ada.

“Kita punya target satu hari minimal 15 rumah yang kita kontrol terkait septic tank yang memadai,” jelas Dudi.

Untuk mendatangi masyarakat, Dudi tidak sungkan masuk ke perkampungan dan gang-gang dengan mengendarai motor. Melihat secara langsung terkait permasalahan di lingkungan.

“Saya sering kali non formal menjalankan tugas tersebut, agar lebih pleksibel dan tidak terlalu ribet. Karena kalau harus formal, nanti malah makan waktu, sementara yang kita kerjakan atau kita tinjau perlu cepat,” ungkap Dudi.

Dudi memiliki prinsip, jangan bertanya siapa saya, tetapi apa yang telah saya lakukan untuk masyarakat.

Acara yang dipandu oleh Putra Gara itu juga ada sesi tanya jawab terkait tema ngopi bareng Sekber bersama Dinas Rukim. Acara yang berlangsung pukul 08.30 dan berakhir pukul 10.00 wib.(Novi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *